Tuesday, March 27, 2012

Laporan Praktikum IHL (Ilmu Hewan Lab)

MENCIT DAN TIKUS
(Mus musculus ) dan ( Rattus novergicus )

I.                   TUJUAN PRAKTIKUM
-          Mengetahui dan menguasai cara handling dan restrain
-          Mengetahui dan menguasai cara menimbang berat badan
-          Mengetahui dan menguasai cara sexing
-          Mengetahui dan menguasai cara penyuntikan dan perlakuan oral
-          Mengetahui dan menguasai cara mengambil sampel darah
-          Mengetahuidan menguasai cara anastesi
-          Mengetahui dan menguasai cara euthanasia
-          Mengetahui dan menguasai cara nekropsi

II.                TINJAUAN PUSTAKA
A.    MENCIT ( Mus musculus )
    Mencit liar atau mencit rumah adalah hewan semarga dengan mencit laboratorium.Hewan percobaan ini dapat di sebut  juga  tikus atau tikus putih. Tetapi karena hewan ini paling kecil diantara berbagai jenis hewan percobaan dan karena amat banyak galur mencit, maka hewan ini disebut dengan mencit. Mencit ini ditempatkan dalam genus mus, sub family murinae, family muridae, ordo rodentia. Mencit ini berasal dari Amerika dan Eropa. Mus musculus adalah spesies yang umum digunakan untuk penelitian biomedis.
     Bulu mencit liar berwarna keabu-abuan, dan warna perut sedikit lebih pucat. Mata berwarna hitam dan kulit berpigmen. Berat badan bervariasi, tetapi pada umumnya pada umur empat minggu berat badan mencapai 18-20 gram. Mencit liar dewasa dapat mencapai  30-40 gram pada umur enam bulan atau lebih. Mencit liar makan segala macam makanan ( omnivora ), dan mau mencoba makan apapun penganan yang tersedia bahkan yang tidak biasa di makan.
            Mencit laboratorium kira kira mempunyai berat badan sama dengan mencit liar, tetapi setelah diternakkan selama selektif selama delapan puluh tahun yang lalu, sekarang ada berbagai macam bulu dan timbul banyak galur dengan berat badan berbeda beda.


Kandang Mencit
       Mencit laboratorium dapat dikandangkan dalam kotak sebesar kotak sepatu. Kandangdapat dibuat dari berbagai macam bahan, misalnya plastic ( polipropilen atau polikarbonat ). Alumunium atau baja tahan karat ( stainless steel ). Kadang-kadang mencit dapat ditempatkan di kandang yng mempunyai dinding dan lantai dari kawat. Prinsip dasar yang perlu di perhatikan dalam memilih kandang mencit adalah harus mudah dibersihkan dan disterilkan (Mangkoewidjojo, 1988).
      Pada dasarnya kandang harus ada alas yang bersih. Alas yang sering dipakai seperti serpihan kayu ( tatal ), sekam atau amapas tongkol jagung. Kriteria untuk pemilihan alas disesuaikan dengan keperluan pemeliharaan. Sebelum digunakan alas akan lebih baik jika diautoklaf terlebih dahulu 9 Franklin et.al,  1984 ).

Makanan Mencit
      Banyak faktor-faktor lingkungan terutama kualitas makanan  berpengaruh pada kondisi mencit secara keseluruhan. Faktor-faktor  tersebut dapar mempengaruhi kemampuan mencit mencapai potensi genetic untuk tumbuh, berbiak,umur, atau reaksi rehadap pengobatan dan lain-lain.
      Faktor-faktor yang mempunyai pengaruh terhadap kualitas makanan termasuk apakah bahan makanan mudah dicerna, enak dan mencit mau makan, cara menyiapkan dan menyimpan makanan serta konsentrasi zat kimia atau bahkan kuman pecemar. Pada umumnya, makanan mencit dengan kualitas harus tersedia sebab perubahan kualitas dapat menyebabkan penurunan berat badan dan tenaga. Bahan-bahan makanan harus dikeringkan sebelum disimpan agar tidak cepat rusak dan juga untuk mengurangi kecepatan pertumbuhan cendawan.
      Ada dua macam system kawin yang biasa dipakai pada mencit, yaitu pasangan monogami ( seekor betina dengan seekor jantan ) dan kelompok poligami ( dua atau tiga betina dengan seekor jantan ). Pada kelompok pertama, system ini menghasilkan jumlahanak maksimum dalam waktu minimum, dan akan diperolh data pembiakan mencit jantan dan betina yang lengkap. Kerugiannya yaitu bahwa diperlukan seekor jantan untuk dua atau tiga betina, bahkan untuk lima ekor betina.
(Mangkoewidjojo, 1988)


Data biologis mencit
Lama hidup
1-2 tahun, ada yang mencapai 3 tahun
Lama produksi ekonomis
9 bulan
Lama bunting
19-21 hari
Kawin sesudah beranak
1 sampai 24 jam
Umur disapih
21 hari
Umur dewasa
35 hari
Umur dikawinkan
8 minggu
Siklus kelamin
poliestrus
Siklus estrus (berahi)
4-5 hari
Lama estrus
12-14 jam
Perkawinan
Pada waktu estrus
Ovulasi
Dekat akhir periode estrus, spontan
Fertilisasi
2 jam setelah kawwin
Segmen ovum menjadi blastosel
2,5-4 hari
Implantasi
4-5 hari sesudah fertilisasi
Berat dewasa
20-40 gram jantan sedangkan yang betina 18-35 gram
Berat lahir
0.5-1 gram
Jumlah anak
Rata rata 6, bisa 15
Suhu atau rektal
35-39⁰C (rata rata 37,4⁰C)
Pernafasan
140-180/menit, turun menjadi 80 dengan anastesi, naik sampai 230 dalam stress.
Denyut jantung
600-650/menit, turun menjadi 350 dengan anastesi, naik sampai 750 dalam stress
Tekanan darah
130-160 sistol; 102-110 diastol, turun menjadi 110 sistol, 80 diastol pada waktu anastesi
Konsumsi oksigen
2,38-4,48 ml/gr/jam
Volume darah
75-80 ml/kg
Sel darah merah
7,7-12,5 X 10 ⁶/mm³
Sel darah putih
6,0-12,6 x 10⁶/mm³
Neutrofil
12-30%
Limfosit
55-85%
Monosit
1-12%
Eosinofil
0,2-4,0%
PVC
41-48%
Trombosit
150-400 x 10³/mm³
Hb
13-16 gram/100ml
Protein plasma
4,0-6,8gram/100ml
ALT (SGPT)
2,1-23,8 IU/ liter
AST (SGOT)
23,2-48,4 IU/liter
Kolesterol serum
26,0-82,4 mg/100ml
Air kencing
25-50 ml/kg/hari
Susu
Air 75%, lemak 10-12%, protein 10%,gula 3%
Putting susu
10 puting, 3 pasang didaerah dada, 2 pasang di daerah perut
Plasenta
Diskoidal hemokorial
Uterus
2 kornu, bermuara sebelum serviks
Perkawinan kelompok
4 betina dengan 1 jantan
Kromosom
2n=40
Aktivitas
Nocturnal(malam)
Gigi
1003                    gigi seri tumbuh terus           1033
Kecepatan tumbuh
1gr/hari
Imunitas pasif
Terutama melalui usus hingga umur 17 hari, juga melalui kantung kuning telur
(Mankoewidjojo, 1988)

Penyakit Pada Mencit
1.      Penyakit Tizzer
-Penyebab : Bacillus pilliformis
      -Diagnosis   : Ditemukan Bacillus pilliformis di dalam sel-sel epitel usus, kandung             empedu, atau dalam empedu.
 -Gejala : Diare, nafsu makan hilang, berat badan turun, kematian dalam  beberapa hari kemudian.
    Pencegahan/penanganannya yaitu dengan koloni mencit yang terinfeksi   penyakit ini harus dibinasakan dan mulai lagi dengan koloni baru yang bebas dari penyakit, dan dipelihara di kamar terisolasi. Penyakit ini tidak menular pada manusia.
2.      Cacar mencit (ectromelia)
-Penyebab : virus ortopoks
-Gejala : dalam bentuk akut adalah mencit mati dengan segera setelah memperlihatkan gejala sakit atau kurang sehat.
Agar penyakit ini dapat dikendalikan dianjurkan seluruh kelompok hewan terinfeksi dibinasakan.
Penyakit ini tidak menular kepada manusia.
3.      Pseudotuberkulosis
-Penyebab : Corynebacterium pseudotuberkulosis dan Corynebacterium kutscheri.
-Gejala : Lemah, Frekuensi pernafasan tinggi.
Pencegahan /penanganannya yaitu dengan mencit yang terkena penyakit ini harus dibinasakan. Pseudotuberkulosis tidakdapat menular pada manusia.
4.      Salmonellosis
-Penyebab : Salmonella enteritidis atau Salmonella typhimurium
-Gejala : Menceret, Bulu kasar, berat badan menurun, Lemah.
Pencegahan/ penanganannya yaitu dengan kelompok mencit yang terinfeksi penyakit ini dibinasakan dan makanan, alas tidur, serta kandang disterilkan. Penyakit ini dapat menular pada manusia kalau organism termakan melaluimakanan atau minuman yang terkontaminasi.
5.      Limfositik Coriomeningitis ( LCM )
-Penyebab : Virus arena
-Cara penyebarannya kepada anak mencit melalui hidung, bawah kulit dan mulut.
-Gejala :
a. Pada mencit muda jarang memperlihatkan gejala sakit dan dapat tumbuh normal sampai dewasa.
b. Pada mencit yang lebih tua dapat mati, dan dalam fase akut dapat timbul
kejang, kaki belakang lumpuh dan dapat timbul radang selaput mata.
Pencegahan/ penanganannya yaitu dengan seluruh kelompok hewan yang terinfeksi dibinasakan. Dapat pula dengancara imunisasi dengan vaksin Ectromelia.Penyakit ini tidak menular pada manusia.
       Pengambilan darah pada mencit dapat dilakukan di vena lateralis ekor, sinus orbitalis, dengan dekapitasi ekor  kemudian darah dikumpulkan, dan juga dapat diambil lewat jantung. Pemberian obat atau senyawa lain pada mencit dapat dilakukan dengan cara per oral ( melalui mulut ) atau dengan  injeksi pada bagian-bagian tubuh tertentu yaitu S.C/sub kutan ( bagian bawah kulit ), I.M/Intra Muscular ( yaitu pada bagian alam otot ), I.V/Intra vena ( yaitu ke dalam vena ), dan lewat I.P/Intra Peritonium ( yaitu pada rongga perut ).
(Pedro N. Acha, 1980)

B.     TIKUS ( Rattus novergicus )
          Tikus liar, tikus Norwegia, dan tikus coklat adalah hewan semarga dengan tikus laboratorium. Akan tetapi, nama ilmiah tikus liar lain dengan tikus hitam yaitu Rattus-rattus. Karena hewan ini lebih besar dari pada mencit,maka untuk beberapa macam percobaan, tikus lebih menguntungkan. Seperti pada mencit, untuk mengawinkan tikus dapat dipakai system kawin monogami maupun poligami.
          Bulu tikus liar berwarna keabu-abuan menciri dengan abdomen keputih-putihan. Mata berwarna hitam dan kulit berpigmen. Ada dua sifat yang membedakan tikus dari hewan percobaan lain, yaitu bahwa tikus tidak dapat muntah karena sruktur anatomi yang tidak lazim di tempat  esofsgus  bermuara ke lambung, dan tikus tidak mempunyai kandung empedu.
           Pengambilan darah dapat di lakukan pada bagian vena lateralis ekor, sinus orbitalis,jantung dengan dekapitasi atau pemotonganujung ekor. Pemberianobat caranya sama dengan mencit.

Data biologis tikus
Lama hidup
2-3tahun, ada yang mencapai 4 tahun
Lama produksi ekonomis
1 tahun
Lama bunting
20-22 hari
Kawin sesudah beranak
1 sampai 24 jam
Umur disapih
21 hari
Umur dewasa
40-60 hari
Umur dikawinkan
10 minggu
Siklus kelamin
poliestrus
Siklus estrus (berahi)
4-5 hari
Lama estrus
9-20jam
Perkawinan
Pada waktu estrus
Ovulasi
8-11 jam sesudah timbul estrus, spontan
Fertilisasi
7-10 jam setelah kawwin
Segmen ovum menjadi blastosel
3,0-4,5 hari
Implantasi
5-6 hari sesudah fertilisasi
Berat dewasa
300-400 gram jantan sedangkan yang betina 250-300 gram
Berat lahir
5-6 gram
Jumlah anak
Rata rata9, bisa 20
Suhu atau rektal
35-39⁰C (rata rata 37,5 ⁰C)
Pernafasan
65-115/menit, turun menjadi 50 dengan anastesi, naik sampai 150 dalam stress.
Denyut jantung
330-480/menit, turun menjadi 250 dengan anastesi, naik sampai 550 dalam stress
Tekanan darah
90-180 sistol; 60-145 diastol, turun menjadi 80 sistol, 55 diastol pada waktu anastesi
Konsumsi oksigen
1,29-2,68 ml/gr/jam
Volume darah
57-70 ml/kg
Sel darah merah
7,2-9,6 X 10 ⁶/mm³
Sel darah putih
5,0-13x 10³/mm³
Neutrofil
9-34%
Limfosit
63-84%
Monosit
0-5%
Eosinofil
0-6%
PVC
45-47%
Trombosit
150-460 x 10³/mm³
Hb
15-16 gram/100ml
Protein plasma
4,7-8,2 gram/100ml
ALT (SGPT)
17,5-30,2 IU/ liter
AST (SGOT)
45,7-80,8 IU/liter
Kolesterol serum
10-54 mg/100ml
Air kencing
40-60 ml/kg/hari
Susu
Air 73%, lemak 14-16%, protein 9-10%,gula 2-3%
Putting susu
12 puting, 3 pasang didaerah dada, 3 pasang di daerah perut
Plasenta
Diskoidal hemokorial
Uterus
2 kornu, bermuara sebelum serviks
Perkawinan kelompok
3 betina dengan 1 jantan
Kromosom
2n=42
Aktivitas
Nocturnal(malam)
Gigi
1003                    gigi seri tumbuh terus           1003
Kecepatan tumbuh
5gr/hari
Imunitas pasif
Terutama melalui usus hingga umur 17 hari, juga melalui kantung kuning telur
(Mangkoewidjojo, 1988)
Penyakit Pada Tikus
1.      Penyakit Pernafasan Kronik (Cronic Respiratory Disease / CRD )
-Penyebab : Micoplasma pulmonalis dan Streptobacillus moniliformis
-Gejala :
   a. Batuk, bersin
   b. Terdapat radang kronik paru-paru danperlu waktu beberapa bulan sebelum gejala lain timbul
   c. Sesudah tikus berumur 3 bulan, dapat muncul gejala penyakit telinga tengah
   d. Lendir kering bercampur darah keluar dari hidung
   e. Dalam tahap lanjut menjadi kurang aktif, bulu menjadi kasar, kotor dan berlendir, serta nafsu makan hilang.
Penyakit ini banyak menyerang induk tikus yang sedang menyusui yang dapat menyebabkan air susu kering dan anaknya matikelaparan. Pencegahannya dilakukan dengan membinasakan seluruh kelompok tikus yang sakit. Penyakit ini dapat menular kepada manusia dan penyakit ini di sebut demam gigitan tikus.
2.      Koksidiosis
Penyebabnya adalah Eimeria sp. Dan paling sering adalah Eimeria miyirii, Eimeria separate, Eimeria nieschulzi (Eimeria carinii ). Gejalanya adalah tikus akan menceret. Pencegahannya yaitu tergantung pada pemeliharaan hygiene tikus sebaik-baiknya. Eimeria jenis ini tidak dapat menginfeksi manusia.

3.      Cacing  Gelembung
Penyebabnya adalah cacing gelembung yang terdapat padatikus, yaitu stadium larva cacing pita pada kucing Taenia crassicollis atau Cystycercus fasciolaris. Gejalanya adalah tikus agak kurus dan bulu agak kasar. Pencegahannya yaitu dengan steriliasi semua alas tidur, makan dan peralatan serta menghindarkan kontaminasi oleh tinja kucing. Parasit ini tidak menginfeksi manusia.
4.      Cacing Pita
Penyebabnya adalah Hymenolepis diminuta dan Hymenolepis nana. Gejala yang timbul yaitu menceret dan radang usus. Pencegahannya yaitu denga memusnahkan seluruh serangga dalam makanan, alas tidur dan peralatan. Penyakit ini jarang menginfeksi manusia.
5.      Parasit Darah
Penyebabnya adalah Hepatozoon muris, Babesia muris, Bartonella muris. Gejala yang timbul adalah anemia makrositikhipokramik hebat dan kematian. Pencegahannya yaitu dengan melenyapkan semua serangga yang berada di dalam kelompok tikus. Penyakit ini tidak dapat menginfeksi manusia.
6.      Parasit Nematoda
Penyebabnya yaitu Syphasia obvelata, Trichosomoides crassicauda, dan heteraksis spumosa. Gejala yang timbul adalah menceret dan kondisis kesehatanumum menuru. Pencegahannya dapat dilakukan denga sterilisasi makana, alas tidur dan peralatan. Parasit ini tidak dapat menginfeksi manusia.
(Mangkoewidjojo, 1988)

III.             MATERI DAN METODE
1.      Alat dan Bahan :
-Timbangan                             - Jarum pentul
-Gunting                                  - Chloroform
-Scalpel                                   - Corong
-Suntikan                                 - Alkohol
-Ram kawat                             - Larutan giemsa
-Kanul bengkok                      - Mikrohematokrit
-Larutan glukosa                     - Kapas
2.      Cara Kerja :
a.       Handling
Handling mencit
↓
Ekor mencit di pegang di daerah sepertiga ujung ekor
↓
Letekkan mencitdalam ram kawat hingga hewan mencengkeram kawat
↓


*Untuk lengkapnya, please go visit http://www.scribd.com/doc/86878234/Laporan-Ilmu-Hewan-Lab 
Thank You
 

Monday, March 26, 2012

Bags

IDR 50

IDR 70

IDR 80

IDR 80


 *Harga tersebut belum termasuk ongkir
For booking please kindly email me: putrirahmawati.1990@yahoo.com

Thank You
xoxo

DIY

Akhir-akhir ini gw lg seneng bikin sesuatu yg berbau jahit menjahit. Mungkin krn gw terbiasa ngeliat ibu ngejahit pakaian, jadi secara ga langsung ketertarikan itu muncul. Gw sendiri gabisa (belum) bikin baju, krn gw paling males (baca: ga bisa) bikin pola. Sebenernya sih waktu SMP dulu gw dapet pelajaran tata busana tapi kalo dikasih tugas buat bikin pola, tugas itu ibu yg ngerjain hehe :p tapi kalo dapet tugas bikin taplak meja, gw sendiri yg bikin soalnya kan gampang banget cuma jait sisi-sisinya, pake mesin jait pula! Sebenrnya sih disuruhnya pake tangan, tp krn jahitan tangan gw acak-acakan, ngeyel deh gw :D

Oke, inilah beberapa benda yg gw bikin sendiri. Masih acak-acakan sih, tp ggp namanya jg pemula :)




Sunday, March 25, 2012

makaaan

Kali ini gw bakal nge post tentang hobi gw makan.
Yep, sepertinya sebagian besar hidup gw memang dihabiskan untuk makan :p. Tapi gw bersyukur banget, hobi gw yg satu ini tidak berdampak pada lonjakan timbangan gw. Kalo mau sombong sedikit c, sebanyak apapun makanan yg masuk ke perut gw cuma akan menggeser 2-3 strip timbangan ke kanan. No more. Thanks God Engkau telah memberikan putri tubuh seperti ini :D

Salah satu makanan favorit gw adalah waffle dan pancake (ini mah harusnya salah 2 :p). Berhubung gw tinggal di Jogja, jd ya referensi tempat yg nyediain makanan2 itu cuma ada 2 yg (menurut gw) enak. Yaitu Pancake's Company yg ada di daerah Sagan dan Mr. Pancake yg ada di Ambarukmo Plasa. Berhubung harga seporsi pancake, waffle dan teman2nya yg tersedia di Mr. Pancake sangat tidak bersahabat dengan kantong mahasiswa, jadi gw lebih sering nongkrong di Pancake's Company. Harganya 2 kali lipat lebih murah, rasa ga kalah enak dan tempatnya pun ga kalah cozy walopun space nya ga terlalu gede. 

Gw melakukan ritual makan pancake biasanya pas malem minggu, sebenernya ada beberapa ritual yg gw lakuin pd saat malam kemerdekaan para couple itu. Ada 2 pilihan, nongkrong di Gramedia seharian trus lanjut ke Pancake's Company, ato berenang kemudian lanjut makan pancake. Ritual ini gw lakuin sendiri, yep sekarang gw lebih nyaman kemana2 sendiri. Bukan krn ga punya temen, tapi krn gw ngerasa kalo sendiri tuh kita jd lebih bebas buat kemanapun tnp harus mikirin temen kita kira2 mau ga diajak kesana kesini, yaa walopun kadang suka garing juga sih ga ada temen ngobrol.

Well anyway, ini adalah menu yg paling sering gw pesen di Pancake's Company. Here we go..


Tutty Fruity Waffle + Ice Lemon Tea








Kenapa gw paling sering makan waffle? Because it always served with ice cream, mehehe :D dan kenapa gw paling sering pesen ice lemon tea? Krn dia  bisa netralin rasa dari waffle itu sendiri. Kadang kalo pesen milkshake ato coklat malah jd enek. Jadi seger deh..

Okey segitu dulu postingan kali ini
Ciao!!

Wednesday, September 21, 2011

Sharing

" Sungguh, telah kafir orang-orang yang berkata, "Sesungguhnya Allah itu dialah Al-Masih putra Maryam." Padahal Al-Masih (sendiri) berkata, "Wahai Bani Israil! Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu." Sesungguhnya barang siapa mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka sungguh, Allah mengharamkan surga baginya, dan tempatnya ialah neraka. Dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang-orang zalim itu.
Sungguh, telah kafir orang-orang yang mengatakan bahwa Allah adalah satu dari yang tiga, padahal tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Maha Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan, pasti orang-orang kafir diantara mereka akan ditimpa azab yang pedih.
Mengapa mereka tidak bertobat kepada Allah dan memohon ampunan kepada-Nya? Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
Al-Masih putra Maryam hanyalah seorang rasul. Sebelumnya pun sudah berlalu beberapa rasul. Dan ibunya seorang yang berpegang teguh pada kebenaran. Keduanya biasa memakan makanan (289*). Perhatikanlah bagaimana Kami menjelaskan ayat-ayat (tanda-tanda kekuasaan) kepada mereka (Ahli Kitab), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka dipalingkan (oleh keinginan mereka).
Katakanlah (Muhammad), "Mengapa kamu menyembah yang selain Allah,s esuatu yang tidak dapat menimbulkan bencana kepadamu dan tidak (pula) memberi manfaat?" Dan Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui."

(289*) Bahwa Nabi 'Isa a.s. dan ibunya adalah manusia,yang memerlukan apa yang diperlukan manusia, seperti makan, minum, dan sebagainya.

(Q.S. Al-Ma'idah 72-26)

Sunday, April 24, 2011

emulsi

Emulsi adalah suatu sediaan yang mengandung dua zat cair yang tidak mau campur, biasanya air dan minyak dimana caira suatu terdispersi menjadi butir-butir kecil dalam cairan yang lain.

Emulsi adalah suatu disperse di mana fase terdispers terdiri dari bulatan-bulatan kecil zat cair yang terdistribusi ke seluruh pembawa yang tidak bercampur.

Emulsi adalah suatu system heterogen, yang terdiri dari tidak kurang dari sebuah fase cair yang tidak bercampur, yang terdispersi dalam fase cair lainnya, dalam bentuk tetesan-tetesan, dengan diameter secara umum, lebih dari 0,1 μm.

Secara umum, emulsi merupakan system yang terdiri dari dua fase cair yang tidak bercampur, yaitu fase dalam (internal) dan fase luar (eksternal).

Komponen emulsi :

·         Fase dalam (internal)

·         Fase luar (eksternal)

·         Emulsifiying Agent (emulgator)

Flavour dan pengawet yang berada dalam fasa air yang mungkin larut dalam minyak harus dalam kadar yang cukup untuk memenuhi yang diinginkan.

Emulgator merupakan komponen yang peting untuk memperoleh emulsi yang stabil. Ada dua macam tipe emulsi yang terbentuk yaitu tipe M/A dimana  tetes minyak terdispersi ke dalam fase air, dan tipe A/M dimana fase intern air dan fase ekstern adalah minyak. Fase intern disebut pula dase dispers atau fase discontinue.

Penggunaan emulsi dibagi menjadi dua golongan yaitu emulsi untuk pemakaian dalam dan emulsi untuk pemakaian luar. Emulsi untk pemakaian dalam meliputi per oral atau pada injeksi intravena yang untuk pemakaian luar digunakan pada kulit atau membrane mukosa yaitu linemen, losion, cream dan salep. Emulsi untuk penggunaan oral biasanya mempunyai tipe M/A. emulgator merupakan film penutup dari minyak obat agar menutupi rasa tak enak itu. Flavour ditambahkan pada fase ekstern agara rasanya lebih enak. Emulsi juga berpaedah untuk menaikan absorbsi lemak melalui dinding usus. Penggunaan emulsi untuk parenteral dibutuhkan perhatian khusus dalam produksi seperti pemilihan emulgator, ukuran kesamaan butir tetes untuk injeklsi intravena. Lecithin tidak pernah dipakai karena menimbulkan hemolisa. Pembuatan emulsi  untuk injeksi dilakukan dengan membuat emulsi kasar lalu dimasukan homogenizer, di tampung dalam botol steril dan disterilkan dalam auto klap dan di periksa sterilitas serta ukuran butir.

Untuk pemakaian kulit dan membrane mukosa digunakan sediaan emulsi tipe M/A atau A/M. emulsi obat dalam dasar salep dapat menurunkan kecepatan absorbsi dan eksintensinya absorbsi melalui kulit dan membrana mukosa. Contoh: suspensi efedrin  dalam emulsi M/A bila dipakai pada mukosa hidung di absorbsi lebih lambat si banding larutannya dalam minyak, jadi diperoleh prolonged action. Tetapi emilsi kadang-kadang dapat menaikan kecepatan absorbsi perkusen dengan kata lain absorbsi kedalam dan melalui kulit .

Metode Pembuatan Emulsi
1. Metode Gom Kering

Disebut pula metode continental dan metode 4;2;1. Emulsi dibuat dengan jumlah komposisi minyak dengan ½ jumlah volume air dan ¼ jumlah emulgator. Sehingga diperoleh perbandingan 4 bagian minyak, 2 bagian air dan 1 bagian emulgator.

Pertama-tama gom didispersikan kedalam minyak, lalu ditambahkan air sekaligus dan diaduk /digerus dengan cepat dan searah hingga terbentuk korpus emulsi.
Metode Gom Basah

Disebutt pula sebagai metode Inggris, cocok untuk penyiapan emulsi dengan musilago atau melarutkan gum sebagai emulgator, dan menggunakan perbandingan 4;2;1 sama seperti metode gom kering. Metode ini dipilih jika emulgator yang digunakan harus dilarutkan/didispersikan terlebuh dahulu kedalam air misalnya metilselulosa. 1 bagian gom ditambahkan 2 bagian air lalu diaduk, dan minyak ditambahkan sedikit demi sedikit sambil terus diaduk dengan cepat.

2. Metode Botol
Disebut pula metode Forbes (1). Metode inii digunakan untuk emulsi dari bahan-bahan menguap dan minyak-minyak dengan kekentalan yang rendah. Metode ini merrupakan variasi dari metode gom kering atau metode gom basah. Emulsi terutama dibuat dengan pengocokan kuat dan kemudian diencerkan dengan fase luar.

Dalam botol kering, emulgator yang digunakan ¼ dari jumlah minyak(2). Ditambahkan dua bagian air lalu dikocok kuat-kuat, suatu volume air yang sama banyak dengan minyak ditambahkan sedikit demi sedikit sambil terus dikocok, setelah emulsi utama terbentuk, dapat diencerkan dengan air sampai volume yang tepat(1).

3. Metode Penyabunan In Situ
a. Sabun Kalsium

Emulsi a/m yang terdiri dari campuran minyak sayur dan air jeruk,yang dibuat dengan sederhana yaitu mencampurkan minyak dan air dalam jumlah yang sama dan dikocok kuat-kuat. Bahan pengemulsi, terutama kalsium oleat, dibentuk secara in situ disiapkan dari minyak sayur alami yang mengandung asam lemak bebas.

b. Sabun Lunak

Metode ini, basis di larutkan dalam fase air dan asam lemak dalam fase minyak. Jika perlu, maka bahan dapat dilelehkan, komponen tersebut dapat dipisahkan dalam dua gelas beker dan dipanaskan hingga meleleh, jika kedua fase telah mencapai temperature yang sama, maka fase eksternal ditambahkan kedalam fase internal dengan pengadukan.

c. Pengemulsi Sintetik

Beberapa pustaka memasukkannya dalam kategori metode tambahan (1).

Secara umum, metode ini sama dengan metode penyabunan in situ dengan menggunakan sabun lunak dengan perbedaan bahwa bahan pengemulsi ditambahkan pada fase dimana ia dapat lebih melarut. Dengan perbandingan untuk emulsifier 2-5%. Emulsifikasi tidak terjadi secepat metode penyabunan. Beberapa tipe peralatan mekanik biasanya dibutuhkan, seperti hand homogenizer .

Beberapa sifat emulsi yang penting:

- Demulsifikasi

Kestabilan emulsi cair dapat rusak apabila terjadi pemansan, proses sentrifugasi, pendinginan, penambahan elektrolit, dan perusakan zat pengemulsi. Krim atau creaming atau sedimentasi dapat terbentuk pada proses ini. Pembentukan krim dapat kita jumpai pada emulsi minyak dalam air, apabila kestabilan emulsi ini rusak,maka pertikel-partikel minyak akan naik ke atas membentuk krim. Sedangkan sedimentasi yang terjadi pada emulsi air dalam minyak; apabila kestabilan emulsi ini rusak, maka partikel-partikel air akan turun ke bawah. Contoh penggunaan proses ini adalah: penggunaan proses demulsifikasi dengan penmabahan elektrolit untukmemisahkan karet dalam lateks yang dilakukan dengan penambahan asam format (CHOOH) atau asam asetat (CH3COOH).

- Pengenceran

Dengan menambahkan sejumlah medium pendispersinya, emulsi dapat diencerkan. Sebaliknya, fase terdispersi yang dicampurkan akan dengan spontan membentuk lapisan terpisah. Sifat ini dapat dimanfaatkan untuk menentukan jenis emulsi.

Teori Emulsifikasi

1.       Adsorbsi multi molekuler

Emulgator koloid lyofil hidrat dapat dianggap surface active karena dapat tampak pada antarmuka M/A dan perbedaannya dengan S.A.A sintetik ialah :

a.       Emulgator koloid lyofil hidrat tidak menurunkan tegangan antar muka

b.      Emulgator koloid lyofil membentuk milti molekuler film pada antarmuka

Aksinya sebagai emulgator adalah karena membentuk film multimolekuler yang kuat da mencegah terjadinya koalesens. Efeknya sebagai tambahan yang menambah stabilitas ialah menaikkan viskositas media dispers.

Tipe emulsi ditentukan oleh sifat emulgator dan dapat disusun sebagai berikut:
emulgator yang larut atau lebih suka air (tween sabun natrium) maka akan terbentuk tipe emulsi M/A dan emulgator akan larut atau suka minyak (sabun kalsium, span) akan terbentuk tipe emulsi A/M.
bagian polar molekul emulgator umumnya lebih baik untuk melindungi kolesen. Maka itu memungkinkan membuat emulsi M/A volume fase intern yang relative tinggi. Sebaliknya emulsi tipe A/M volume fase intern akan terbatas, apabila air cukup banyak akan terjadi inverse.
tipe emulsi juga dapat mempengaruhi viskositas tiap fase.

Tegangan antar muka dapat di bedakan dengan tiga cara:
a. Penambahan surfaktan yang menurunkan tekanan antar muka atau antara dua cairan 
     yang tak tercampur.
b. Penambahan substansi yang mneyususn melintangdiantara permukaan dari dua tetes   
    cairan, jadi memegang bersama-sama dengan kekuatan.
c. Penambahan zat akan membentuk lapisan film disekeliling butir-butir dari fase dispers,  
    secara mekanis melindungi mereka dari penggabungan butir tetes-tetes.

Teori tentang terbentuknya emulsi terdiri dari:

1. Teori tegangan permukaan
teori ini dapat menjelaskan bahwa emulsi terjasi bila di tambah suatu substansi yang menurunkan tegangan antar muka diantara dua cairan yang tak tercampur.
teori orientasi bentuk baji

teori ini menjelaskan fenomena terbentknya emulsi dengan dasar adanya kelarutan selektif dari bagian molekul emulgator, ada bagian yang bersifat suka air atau mudah larut dalam air dan adanya bagian yang suka minyak atau mudah larut dalam minyak.
teori film plastic

teori ini menjelaskan bahwa enulgator ini mengnedap pada permukaan masing-masing butir tetesan fase disper dalam bentuk film yang plastis. Lapisan ini mencegah terjadninya kontak atau berkumpulnya butir-butir tetes cairan yang sama. Efek emulgator disini adalah murni mekanis dan tidak tergantung adanya tegangan permukaan.

 3.     Adsorbsi partikel padat

Particle padat teabgi halus dibasahi sebagian oleh minyak sebagian oleh air dapat bekerja sebagai emulgator. Serbuk yang suka di basahi oleh air akan membentuk emulsi tipe M/A, sedangkan yang lebih mudah di basahi oleh minyak akan membentuk emulsi tipe A/M.

Stabilitas Fisik Dan Emulsi
Creaming dan Hk.Stokes

Creaming adalah proses sedimentasi dari tetesan-tetesan terdispersi berdasarkan densitas dari fase internal dan fase eksternal. Jika densitas relative dari kedua fase diketahui, pembentukan arah krim dari fase dispers dapat menunjukkan tipe emulsi yang ada. Pada sebagian besar system farmasetik, densitas fase minyak atau lemak kurang dibandingkan fase air; sehingga, jika terjadi krim pada bagian atas, maka emulsi tersebut adalah tipe m/a, jika emulsi krim terjadi pada bagian bawah, maka emulsi tersebut merupakan tipe a/m.
Penilaian Kestabilan

Bila dua larutan murni yang tidak saling campur/ larut seperti minyak dan air, dicampurkan, lalu dikocok kuat-kuat, maka keduanya akan membentuk sistem dispersi yang disebut emulsi. Secara fisik terlihat seolah-olah salah satu fasa berada di sebelah dalam fasa yang lainnya. Bila proses pengocokkan dihentikan, maka dengan sangat cepat akan terjadi pemisahan kembali, sehingga kondisi emulsi yang sesungguhnya muncul dan teramati pada sistem dispersi terjadi dalam waktu yang sangat singkat .

Kestabilan emulsi ditentukan oleh dua gaya, yaitu:

1)      Gaya tarik-menarik yang dikenal dengan gaya London-Van Der Waals. Gaya ini menyebabkan partikel-partikel koloid berkumpul membentuk agregat dan mengendap,

2)      Gaya tolak-menolak yang disebabkan oleh pertumpang-tindihan lapisan ganda elektrik yang bermuatan sama. Gaya ini akan menstabilkan dispersi koloid



Faktor-faktor yang mempengaruhi stabilitas emulsi, adalah:

1.       Tegangan antarmuka rendah

2.       Kekuatan mekanik dan elastisitas lapisan antarmuka

3.       Tolakkan listrik double layer

4.       Relatifitas phase pendispersi kecil

5.              Viskositas tinggi.